Home
krisis
Showing posts with label krisis. Show all posts
Showing posts with label krisis. Show all posts
Pengembangan Berkelanjutan untuk Mengatasi Krisis
Pengembangan Berkelanjutan untuk Mengatasi Integritas Moral dan Spiritual, Krisis Pangan, Air, dan Energi.
The Houw Liong
Kitab Kejadian 1: 27--29
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Kitab Kejadian menyatakan bahwa manusia diberi kuasa untuk bertumbuh dan memanfaatkan alam secara bertanggung jawab, sehingga bisa bertumbuh secara berkelanjutan.
Namun keadaan sekarang manusia sudah menyalah-gunakan pengetahuan dan kuasa yang telah diberikan oleh Tuhan.
Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat yang sekarang jumlahnya sudah mencapai 6,5 milyar, diperkirakan dalam tahun 2050 jumlah penduduk mencapai 9 milyar orang, dipacunya industrialisasi dan transportasi yang sekarang telah menghabiskan sekitar 80 juta barrel BBM setiap hari mengakibatkan menipisnya sumber alam, terdesaknya daerah pertanian, timbulnya pencemaran. Keserakahan manusia telah menimbulkan jurang kelompok kaya dan miskin yang makin lebar.
Model matematik yang dikenal sebagai dinamika sistem (Jay Forrester) menyatakan bahwa pertumbuhan semacam ini menuju ke pertumbuhan yang menuju ke keadaan krisis (unsustainable development).
Apakah pengetahuan manusia mengenai sistem kompleks, ekologi, kecerdasannya, kearifannya, kesadaran manusia terdapatnya nilai luhur yang bersumber pada agama dan tradisi akan mengangkat harkat dan martabat umat manusia dapat mengalahkan persoalan pertambahan entropi yang terlalu cepat yang dihadapi manusia sekarang yaitu persoalan meningkatnya kebutuhan karena meningkatnya populasi manusia secara eksponensial yang disertai dengan kerusakan lingkungan hidup, meningkatnya pencemaran, menipisnya sumber alam bertambah lebarnya jurang kaya dan miskin tsb?
Manusia yang serakah uang dan kekuasaan menimbulkan kolusi antara pengusaha dan pejabat yang memegang kekuasaan yang hanya mementingkan kelompoknya dan kerabatnya saja dan mengorbankan kepentingan orang banyak. Keadaan seperti itu dan menipisnya sumber alam, energi dan air bisa memicu konflik antar kelompok , antar bangsa, antar ideologi, antar agama.
Untuk mengatasi hal tsb diperlukan manusia yang mempunyai integritas moral dan spritual, sehingga dapat melepaskan diri dari kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok yang berjangka pendek, diperlukan manusia yang dapat berpikir ke masa depan yang dapat memanfaatkan teknologi yang menghemat energi dan sumber alam, menjaga kelestarian lingkungan hidup, mengurangi pencemaran, gaya hidup yang memiliki toleransi terhadap kebinekaan dan memanfaatkanya untuk kepentingan bersama demi kelangsungan pengembangan umat manusia.
Daftar Pustaka
S.Weinberg, Dreams of a Final Theory, Vintage Books, 1994.
F.Capra, The Hidden Connection, Jalasutra, 2004.
D.B.Calne,Batas Nalar, Rasionalitas dan Prilaku Manusia, KP Gramedia, 2005.
The Houw Liong
Kitab Kejadian 1: 27--29
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."
29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Kitab Kejadian menyatakan bahwa manusia diberi kuasa untuk bertumbuh dan memanfaatkan alam secara bertanggung jawab, sehingga bisa bertumbuh secara berkelanjutan.
Namun keadaan sekarang manusia sudah menyalah-gunakan pengetahuan dan kuasa yang telah diberikan oleh Tuhan.
Pertumbuhan penduduk yang terlalu cepat yang sekarang jumlahnya sudah mencapai 6,5 milyar, diperkirakan dalam tahun 2050 jumlah penduduk mencapai 9 milyar orang, dipacunya industrialisasi dan transportasi yang sekarang telah menghabiskan sekitar 80 juta barrel BBM setiap hari mengakibatkan menipisnya sumber alam, terdesaknya daerah pertanian, timbulnya pencemaran. Keserakahan manusia telah menimbulkan jurang kelompok kaya dan miskin yang makin lebar.
Model matematik yang dikenal sebagai dinamika sistem (Jay Forrester) menyatakan bahwa pertumbuhan semacam ini menuju ke pertumbuhan yang menuju ke keadaan krisis (unsustainable development).
Apakah pengetahuan manusia mengenai sistem kompleks, ekologi, kecerdasannya, kearifannya, kesadaran manusia terdapatnya nilai luhur yang bersumber pada agama dan tradisi akan mengangkat harkat dan martabat umat manusia dapat mengalahkan persoalan pertambahan entropi yang terlalu cepat yang dihadapi manusia sekarang yaitu persoalan meningkatnya kebutuhan karena meningkatnya populasi manusia secara eksponensial yang disertai dengan kerusakan lingkungan hidup, meningkatnya pencemaran, menipisnya sumber alam bertambah lebarnya jurang kaya dan miskin tsb?
Manusia yang serakah uang dan kekuasaan menimbulkan kolusi antara pengusaha dan pejabat yang memegang kekuasaan yang hanya mementingkan kelompoknya dan kerabatnya saja dan mengorbankan kepentingan orang banyak. Keadaan seperti itu dan menipisnya sumber alam, energi dan air bisa memicu konflik antar kelompok , antar bangsa, antar ideologi, antar agama.
Untuk mengatasi hal tsb diperlukan manusia yang mempunyai integritas moral dan spritual, sehingga dapat melepaskan diri dari kepentingan diri sendiri atau kepentingan kelompok yang berjangka pendek, diperlukan manusia yang dapat berpikir ke masa depan yang dapat memanfaatkan teknologi yang menghemat energi dan sumber alam, menjaga kelestarian lingkungan hidup, mengurangi pencemaran, gaya hidup yang memiliki toleransi terhadap kebinekaan dan memanfaatkanya untuk kepentingan bersama demi kelangsungan pengembangan umat manusia.
Daftar Pustaka
S.Weinberg, Dreams of a Final Theory, Vintage Books, 1994.
F.Capra, The Hidden Connection, Jalasutra, 2004.
D.B.Calne,Batas Nalar, Rasionalitas dan Prilaku Manusia, KP Gramedia, 2005.
Strategi Menghadapi Krisis Energi Nasional
Apakah Strategi ini memadai mengingat kebutuhan energi naik sebanding dengan pertambahan penduduk ? Ini berarti kebutuhan energi naik lebih cepat daripada perkiraan dalam artikel di bawah ini. Demikian juga persediaan BBM, gas dan batu bara akan habis lebih cepat dari perkiraan dalam artikel di bawah ini.
Strategi Menghadapi Krisis Energi Nasional
Strategi Menghadapi Krisis Energi Nasional
Dunia Hadapi Lima Krisis
Bagaimana menghadapi krisis pangan, kependudukan, energi, lingkungan dan moral ?
Amien Rais: Dunia Hadapi Lima Krisis
Amien Rais: Dunia Hadapi Lima Krisis
Pindahkan Pusat Kegiatan Secara Bertahap ke Luar Jakarta
Pindahkan Pusat Kegiatan Secara Bertahap ke Luar Jakarta.
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/01/12/brk,20110112-305593,id.html
Sebenarnya , karena pulau Jawa sudah sangat padat penduduknya pemindahan pusat kegiatan harus ke luar pulau Jawa, sehingga kerusakan lingkungan di pulau Jawa termasuk wilayah Jabotabek dapat diperbaiki dan dipulihkan.
http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/01/12/brk,20110112-305593,id.html
Sebenarnya , karena pulau Jawa sudah sangat padat penduduknya pemindahan pusat kegiatan harus ke luar pulau Jawa, sehingga kerusakan lingkungan di pulau Jawa termasuk wilayah Jabotabek dapat diperbaiki dan dipulihkan.
Kebijakan Menghadapi Krisis di Indonesia
Kebijakan Menghadapi Krisis di Indonesia dengan memindahkan pusat kegiatan ke luar pulau Jawa(Pindahkan ibu kota dan pusat ekonomi/industri ke luar pulau Jawa).
The Houw Liong
Masalah besar yang harus ditangani di Indonesia ialah masalah distribusi penduduk dan kenaikan jumlah penduduk yang pesat. Penduduk Indonesia yang sudah mencapai 235 juta dengan pertambahan penduduk sekitar 2% tiap tahun, sehingga jumlahnya akan 2x lipat dalam waktu sekitar 70 tahun. Sebagian besar populasi yaitu sekitar 150 juta berada di pulau Jawa, karena pulau Jawa merupakan pusat kegiatan pemerintahan, industri, ekonomi dan pendidikan, sehingga orang akan bermigrasi ke pulau Jawa. Namun pulau Jawa sudah melampaui daya tampungnya, sehingga terjadi kerusakan lingkungan hidup, kemacetan lalu lintas, polusi yang melampaui batas sehingga akan menimbulkan krisis. Hal ini menyebabkan pengelolaan pulau Jawa menjadi sangat sulit.
Kebijakan yang perlu diambil ialah memindahkan secara bertahap pusat kegiatan tsb. ke luar pulau Jawa, sehingga terjadi migrasi secara alamiah dan mempercepat pembangunan di luar Jawa dan memudahkan pengelolaan di Jawa untuk memperbaiki lingkungan hidup, mencegah kemacetan lalu lintas, mengurangi polusi, dst.
Kebijakan lain yang juga penting ialah peningkatan gerakan keluarga berencana dan pola hidup yang hemat sumber alam dan energi (reduce, reuse, recycle, restore, replenish) serta pengembangan energi alternatif, sehingga secepatnya mengurangi kebergantungan dari energi fosil/BBM dan mengurangi polusi dan memanfaatkan sampah.
Rencana pemerintah untuk meningkatkan pemakaian energi geotermal sehingga memenuhi 15% dari kebutuhan energi Indonesia dalam tahun 2030 masih terlalu rendah sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan energi Indonesia, mengingat peningkatan kebutuhan energi diperkirakan akan meningkat lebih besar karena pertambahan penduduk dan pemakaian energi per orang akan meningkat juga.
Negara maju sudah memacu pemakaian energi nuklir untuk menggantikan energi fossil, walaupun disadari resiko PLTN cukup besar, sehingga diperlukan pengembangan teknologi nuklir generasi iii dan iv yang direncanakan akan lebih aman dan bisa mengurangi bahaya sampah nuklir.
The Houw Liong
Masalah besar yang harus ditangani di Indonesia ialah masalah distribusi penduduk dan kenaikan jumlah penduduk yang pesat. Penduduk Indonesia yang sudah mencapai 235 juta dengan pertambahan penduduk sekitar 2% tiap tahun, sehingga jumlahnya akan 2x lipat dalam waktu sekitar 70 tahun. Sebagian besar populasi yaitu sekitar 150 juta berada di pulau Jawa, karena pulau Jawa merupakan pusat kegiatan pemerintahan, industri, ekonomi dan pendidikan, sehingga orang akan bermigrasi ke pulau Jawa. Namun pulau Jawa sudah melampaui daya tampungnya, sehingga terjadi kerusakan lingkungan hidup, kemacetan lalu lintas, polusi yang melampaui batas sehingga akan menimbulkan krisis. Hal ini menyebabkan pengelolaan pulau Jawa menjadi sangat sulit.
Kebijakan yang perlu diambil ialah memindahkan secara bertahap pusat kegiatan tsb. ke luar pulau Jawa, sehingga terjadi migrasi secara alamiah dan mempercepat pembangunan di luar Jawa dan memudahkan pengelolaan di Jawa untuk memperbaiki lingkungan hidup, mencegah kemacetan lalu lintas, mengurangi polusi, dst.
Kebijakan lain yang juga penting ialah peningkatan gerakan keluarga berencana dan pola hidup yang hemat sumber alam dan energi (reduce, reuse, recycle, restore, replenish) serta pengembangan energi alternatif, sehingga secepatnya mengurangi kebergantungan dari energi fosil/BBM dan mengurangi polusi dan memanfaatkan sampah.
Rencana pemerintah untuk meningkatkan pemakaian energi geotermal sehingga memenuhi 15% dari kebutuhan energi Indonesia dalam tahun 2030 masih terlalu rendah sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan energi Indonesia, mengingat peningkatan kebutuhan energi diperkirakan akan meningkat lebih besar karena pertambahan penduduk dan pemakaian energi per orang akan meningkat juga.
Negara maju sudah memacu pemakaian energi nuklir untuk menggantikan energi fossil, walaupun disadari resiko PLTN cukup besar, sehingga diperlukan pengembangan teknologi nuklir generasi iii dan iv yang direncanakan akan lebih aman dan bisa mengurangi bahaya sampah nuklir.
